PADANG PARIAMAN – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat, Hendri Novigator, menyerukan kepada seluruh warga persyarikatan untuk kembali kepada nilai-nilai fundamental organisasi. Ia menekankan pentingnya internalisasi “7 Pokok Pikiran” yang termaktub dalam Muqaddimah Anggaran Dasar (AD) Muhammadiyah sebagai pedoman hidup dalam menyambut bulan puasa.
Hal tersebut disampaikan Hendri dalam agenda Pengajian dan Konsolidasi Organisasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Padang Pariaman, yang digelar di Masjid Wustha Muhammadiyah Tonyok, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Enam Lingkung, Ahad (25/1/2026).
Dalam tausiyah ideologisnya, Hendri Novigator menegaskan bahwa persiapan menyambut Ramadan bagi warga Muhammadiyah tidak boleh sekadar bersifat seremonial atau fisik semata. Lebih jauh, persiapan tersebut harus berlandaskan pada peneguhan tauhid dan semangat bermasyarakat sesuai konstitusi organisasi.
“Ramadan adalah momentum ujian ketaatan. Dalam Anggaran Dasar kita, terdapat tujuh pokok pikiran yang menjadi ruh perjuangan. Poin pertamanya adalah hidup manusia harus berdasar tauhid, ibadah, dan taat kepada Allah. Inilah modal utama kita memasuki gerbang Ramadan,” ujar Hendri di hadapan ratusan jamaah dan kader yang memadati Masjid Wustha.
Hendri menguraikan relevansi ketujuh pedoman tersebut dalam konteks ibadah puasa, di antaranya:
Ketauhidan: Menjadikan puasa semata-mata karena iman dan mengharap ridha Allah.
Hidup Bermasyarakat: Meningkatkan kesalehan sosial melalui infak, sedekah, dan kepedulian terhadap sesama selama Ramadan.
Hukum Allah sebagai Landasan: Memastikan seluruh rangkaian ibadah (tarawih, zakat, puasa) sesuai dengan tuntunan syariat yang sahih.
Ittiba’ kepada Nabi: Melaksanakan amalan Ramadan sesuai sunnah Rasulullah SAW dan menjauhi bid’ah.
Berorganisasi: Mengelola kegiatan Ramadan di masjid dan ranting secara tertib, rapi, dan profesional sebagai cerminan amal usaha Muhammadiyah.
“Jangan sampai kita menyambut Ramadan dengan hampa makna. Jadikan organisasi ini alat untuk memperlancar ibadah umat, sebagaimana poin keenam dalam pedoman kita, yaitu melancarkan amal usaha dan perjuangan dengan ketertiban organisasi,” tambahnya.
Kegiatan konsolidasi ini dihadiri oleh jajaran pleno PDM Padang Pariaman, Pimpinan Cabang (PCM), Pimpinan Ranting (PRM), serta organisasi otonom seperti Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah.
Ketua PDM Padang Pariaman menyambut baik arahan dari PWM Sumatera Barat tersebut. Menurutnya, pengajian ini menjadi “baterai” baru bagi kader di daerah untuk menggerakkan syiar Islam yang mencerahkan di bulan suci mendatang.
Acara ditutup dengan dialog interaktif mengenai strategi dakwah kultural di Padang Pariaman dan ramah tamah antar pimpinan cabang se-Kabupaten Padang Pariaman. (Redaksi/Muhammadiyah Sumbar)

















